Bridezilla - Tips for Wedding Preparation

Hello Bridezilla! Bagaimana persiapan pernikahannya? Sejauh mana progressnya? Sudah rampung semua kah persiapannya? Atau masih bingung harus memulai darimana?
Tenang, kamu enggak sendirian, been there done there! Enggak bermaksud menggurui, tapi disini, I just wanna share my experience, tapi lebih ke tips and trick dalam mempersiapkan pernikahan. Gak berarti wedding saya kemarin perfect 100%, oh enggak, justru saya mau share beberapa pengalaman yang terlewatkan, supaya teman-teman yang membacanya enggak mengalami kejadian serupa.
Yuk kita mulai!

First thing first, survey ke wedding fair dan baca-baca review.
Setahun ada lebih dari 3x penyelenggaraan wedding fair, baik itu yang diselenggarakan umum seperti misalnya di JCC (Jakarta Convention Center), atau yang diselenggarakan oleh pihak hotel beserta vendor-vendor yang berpartisipasi (seperti Ritz Carlton Hotel). Kalau saya pribadi lebih suka ke pameran yang seperti di JCC itu, Karena vendornya biasa lebih banyak, kecuali kita memang mau buat resepsi nya di hotel tertentu, nah langsung aja cus ke hotel yang ada pameran.

Menurut saya, ke wedding fair itu ga perlu sering-sering amat, maksimal 3x sepertinya sih sudah cukup ya. Kenapa harus 3x? Karena yang pertama, kita survey, tanya-tanya dulu buat cari tahu harga dan buat hitung-hitung budget, datang yang ke-2 buat liat-liat lagi dan DP targeted vendor kita seperti misalnya venue, catering, wedding dress and suit, dan cari-cari lagi vendor yang masih kurang. Nah kalau yang terakhir biasanya sih pas final ya, misalnya kita butuh buat DP-in undangan dan souvenir, yang biasanya baru kita booking sekitar 2 atau 3 bulan sebelum hari H pernikahan kita.

Baca-baca review ini penting banget, Karena kita bisa belajar dari pengalaman orang lain sebelumnya tentang vendor-vendor yang akan kita hire untuk hari H wedding kita, apakah recommended atau enggak. Kita juga harus teliti liat-liat hasil karyanya (terutama untuk fotografi) supaya tidak kecewa pada akhirnya.

Kapan, dimana, buat berapa undangan?

Nah ini pertanyaan wajib yang harus kamu siapin jawabannya sebelum survey ke wedding fair. Apalagi kita pasti yang utama cari venue dulu dong, Karena venue itu yang paling suka rebutan. Kalau ditanya kapan, dan kita belum ada bayangan tanggal, ya dikira-kira dulu aja nih misalnya bulan berapa. Kan 1 bulan ada 4 minggu, nah kita bisa sekalian tandain, di venue A, yang available tanggal berapa aja, venue B, tanggal berapa. Jadi once kita fix, udah tinggal booking deh J

Berapa undangan rencananya?
Kira-kira aja sih average itu 500 undangan, berarti 1000 orang ya. Kalau kita mau buat lebih intimate wedding, kita bisa bilang 200-300 undangan, kalau mau lebih besar lagi ya bisa aja 1000, 2000 undangan (ya mungkin ini kalau kita anak pejabat, anak konglomerat atau anak artis ya yang relasinya buanyak banget). Kenapa kita harus udah punya bayangan berapa undangan? Karena dari undangan itu kita bisa punya bayangan si venue A,B,C ini cukup enggak buat menampung semua tamu-tamu kita kelak.


Siapin tema atau adat.

Nah ini berlaku buat teman-teman yang akan menikah menggunakan adat yang berbeda antara 2 keluarga. Kalau saya sih simple, just international wedding. Kalau yang adat, sejauh yang bisa saya simpulkan dari perjalanan ngobrol-ngobrol dengan teman-teman saya, sebenarnya semua tergantung kesepakatan. Kalau 2-2nya Jawa/Sunda sih enak, mau akad atau resepsi 1 macam saja. Nah kalau misalnya keluarga calon suami Padang, kitanya Palembang, nah bingung kan gimana adatnya, ya sebaiknya dibicarakan dulu antar ke-2 keluarga, Karena menikah itu kan menyatukan 2 insan dan keluarganya, jadi ga bisa diputusin sepihak aja J

Oiya selain adat atau tema besar, pemilihan penentuan warna juga penting, terutama untuk dekor, setelah menentukan warna dekor untuk bunga-bunganya, baru kemudian menentukan warna untuk baju orang tua, siblings, bridesmaid, penerima tamu dan penerima angpao.

Buat budgeting

Oke, jadi gimana udah selesai survey-survey ke wedding fair? Yuk saatnya buat budgeting!
Menurut saya hal ini penting banget, untuk mengatur total pengeluaran dari seluruh biaya wedding, maupun untuk mengatur pengeluaran cash flow kelak. Apalagi kalau wedding itu banyak banget biaya printilan yang dikiranya dikit, eh tau-tau pas dijumlahin jadi banyak. Jadi yaa bikin yang simple aja menurut saya, paling gampang sih di excel. Formatnya terserah aja, yang penting bisa mencakup semua biaya-biaya yang dibutuhkan. Oiya, jangan lupa dari budget yang ada, buat juga berapa toleransi yang bisa kamu persiapkan apabila ternyata biaya wedding melebihi apa yang sudah kamu budget-kan sebelumnya (kalau saya sih kemarin ini sekitar 20% dari total budget).

Buat to-do-list

Mau nikah itu benar-benar menguras hati dan pikiran, jadi jangan heran kalau banyak kerikil-kerikil yang membuat kita dan pasangan mungkin berantem Karena hal-hal kecil. Maklum, tense nya lagi tinggi, silang pendapat sedikit saja langsung deh ngambek. Untuk mengatasinya, saya dulu membuat to-do-list item apa saja yang harus dipersiapkan, termasuk kapan harus survey-survey atau ketemu vendor. Selain itu buat juga target bulan berapa harus udah booking semua yang kamu butuhkan untuk wedding.

Menurut saya, ini urutan dari yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari sampai yang last but not least untuk dipersiapkan:
-        -  WO (wedding organizer).
Ini sebenernya pilihan, bisa di awal, atau di urutan agak terakhir. Kalau kamu gamau pusing, atau kamu sibuk banget sampai susah untuk ngatur jadwal ketemuan dengan para vendor, ada baiknya kamu menghire WO untuk full service nya, dari mulai persiapan sampai hari H. kalau sudah begini, jadi ini adalah hal pertama yang perlu kamu persiapkan, Karena kamu ga perlu pusing lagi nyari-nyari sendiri vendornya, tinggal nunggu tawaran-tawaran, kalau cocok, deal J
Kalau Cuma butuh bantuan WO di hari H, nah bisa aja disiapin sekitar 6 bulan sebelum, Karena mereka juga bisa reminder hal printilan apa yang perlu dipersiapkan supaya enggak terlewatkan, dan juga kita jangan terlalu dekat untuk hire WO, Karena biasanya WO suka gamau, idealnya paling mepet sekitar 2 bulan sebelum.

-       -   Venue.
Udah jadi rahasia umum venue harus disiapkan dari jauh-jauh hari, karena suka rebutan sama orang apalagi kalau tanggalnya bagus banget dan unik, misalnya 12-12-2012. Selain itu kalau sudah menentukan venue, kita bisa menentukan vendor berikutnya, misalnya dekor, catering dan fotografi, Karena kadang ada beberapa tempat yang mewajibkan kita untuk menggunakan vendor rekanan dari mereka, jika tidak, maka kita akan dikenakan charge yang lebih tinggi.

-        -  Dekorasi
Untuk dekorasi, gini emang harus diputusin dari jauh-jauh hari, supaya yang lain bisa ditentukan, yaitu pemilihan warna untuk hal-hal printilan lainnya seperti warna kain dan warna undangan.

-        -  Catering
Kalau catering ini, biasanya banyak orang menentukan dari jauh-jauh hari, Karena biar tenang aja, soalnya ini salah tau komponen pengeluaran dari wedding cost yang paling besar. Setuju?

-        -  Wedding dress dan wedding suit.
Namanya juga mau jadi raja dan ratu semalam, pastinya kamu harus mempersiapkan yang terbaik buat dirimu. Bisa ke bridal pilihan, sanggar atau bahkan desainer pilihanmu tetap harus dipersiapkan jauh-jauh hari, Karena it takes time to make it, atau sekedar kamu harus save the date karena takut rebutan juga sama yang lain.

-        -  Makeup.
Kalau kamu memilih wedding dress nya di bridal, biasanya udah termasuk make up, tapi balik lagi ke kamu, suka gak? Atau mau cari yang lain lagi? Nah, kalau buat wedding dress nya di desainer, biasanya enggak dapet makeup, so, harus rajin-rajin deh comparing 1 to another MUA yang sesuai sama hati kamu.

-        -  Photographer.
Moment yang cuma ada sekali seumur hidup ini jangan sampai disia-siakan. Dari jauh-jauh hari kita harus udah hunting orang-orang yang akan jepret-jepret kita di hari H wedding nanti.

-        -  Prewedding.
Mau prewed atau enggak ini sebenernya cukup tentative. Ada pasangan yang memilih memajang foto-foto lamaran saja, atau foto tunangan, ada yang memang mau foto prewed. Kalau mau prewed, sebaiknya disiapkan 5 bulan sebelumnya, supaya yang edit foto punya banyak waktu minimal 1-2 bulan untuk edit foto-foto kita, cetak ke kanvas besar untuk dipajang, atau cetak foto yang kecil-kecil yang biasa dipajang di pintu masuk.

-        -  Entertainment.
Kalau urusan entertainment ini juga tetep urusan preferensi, kita mau MC nya yang bagaimana, terutama untuk pemain music dan penyanyinya, mau komposisi yang seperti apa, mau yang rame, yang elegan seperti orchestra gitu, atau yang acoustic-an. Semua balik lagi ke selera music kamu dan pasangan.

-        -  Undangan dan Souvenir. 
      Urusan undangan dan souvenir menurut saya enggak perlu dari jauh-jauh hari sekali, Karena ini harus dipastikan dulu, hari pernikahan beserta tempatnya untuk akad/pemberkatan beserta resepsi. Souvenir nya juga begitu, menyesuaikan jumlah undangan yang akan kita sebar.


Jangan terlalu focus sama resepsi, masih ada persiapan akad/pemberkatan

Jangan dikira persiapan akad atau pemberkatan ini gampang loh, bahkan menurut saya sih persiapan pemberkatan lumayan bikin pusing juga. Karena menyangkut urusan legalitas, jadi banyak dokumen-dokumen yang emang harus kita list untuk di submit ke KUA atau untuk persiapan catatan sipil. I will share my experience on another thread supaya bisa lebih focus J

Usahakan pergi ke kantor vendor sebelum deal

Nah, ini yang kadang terlewatkan ya. Karena keterbatasan waktu dan kesibukan kita, kita pasti selalu berupaya untuk ketemuan misalnya di coffee shop, café atau restoran. It’s okay, sampai kamu deal harga, nah sebelum kasih DP, kalau bisa cek dulu ke kantornya, hanya sekedar background checking, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Gamau kan memberikan DP ke orang yang salah? Lebih baik susah sedikit, daripada best day of our life jadi berantakan.

Nah, itu sedikit tips-tips dari saya, mudah-mudahan membantu teman2 yang sedang mempersiapkan your wedding dream J

DO:
-         -  Prepare your to-do-list
-         -  Libatkan keluarga & WO
-         -  Cuti 3 hari sebelum, hal ini membantu kamu mempersiapkan hal printilan yang sekiranya masih kurang
-        -  Ambil your wedding dress & groom’s suit at least 2 days before, supaya kalau masih kurang fit in di badan, masih bisa sedikit di permak
-       -   Pampering yourself at least 3 days before D-day. Melakukan scrubbing, massage, spa, membantu banget relaxing your brain, sehingga tidak terlalu stress menghadapi wedding day
-       -   Sebar undangan at least 3 weeks before buat sanak saudara yang di luar kota, 2 weeks before buat kerabat yang sekota. Kenapa jangan terlalu lama dan jangan terlalu dekat? Kalau terlalu lama nanti keburu lupa, kalau terlalu dekat, nanti takutnya ada undangan yang gak sampe, atau mereka keburu punya acara lain.
-        -   Place your souvenir, photos, and other things on venue before D-day. Jadi kamu ga perlu pusing2 lagi di hari H.
-        -   Hari H kamu adalah princess, jadi kamu udah ga seharusnya lagi pusing dengan hal-hal kecil related to the party.

DON’T:
-       -    Don’t worry too much. Hal ini Cuma bakal bikin hidupmu makin ribet menjelang hari H. Nobody’s perfect, tapi as long as kamu ngelakuin yang terbaik, mudah-mudahan semuanya juga berjalan dengan baik.
-       -    Don’t sleep late before the Day. Deg2an? Udah pastii! Tapi tidur cukup sangatlah perlu untuk menambah stamina kamu di hari H, supaya enggak mata panda, gak kucel, gak bikin mood kamu berantakan.
-       -    Don’t compare so many things. Comparing sah-sah aja, tapi kalau saya pribadi ga suka comparing terlalu banyak vendor, apalagi kalau memang udah dapet yang cocok yaa. Karena semakin banyak pilihan udah pasti semakin banyak galau yang gak kelar2 hehe
-           
Just enjoy the preparation!

Feel exhausting? Yes, it will.

Believe it, the preparation of the wedding is the first time you build the bonding with your partner.
It just the beginning, more problems yet to come on starting new family.

So, don’t stop trying and get tired yaa hihi.

Good luck, ladies! XoXo



Kompetisi Tak Terlihat.

SUKSES.

Apa sih artinya Sukses?

Lelah aku mendengarnya. Bingung tak tentu arah. Bosan mendengarnya.

Entahlah.

Semua orang mau sukses.

Semua orang tau teorinya, tapi kebanyakan dari mereka, bingung bagaimana memulainya.

Salah 1 nya ya saya, apalagi di umur almost a quarter century. It's about struggling, for yourself. By yourself.

Apalagi di era dunia digital, semuanya serba med-sos. Apa2 di publish di med-sos. Semua terlihat bagus dari luar, tapi belum tentu aslinya juga begitu.


Ngeliat orang punya pekerjaan keren, jadi kepengen kerja kantoran.
Ngeliat orang dapat beasiswa ke luar negeri, kepengen juga kuliah lagi.
Ngeliat orang punya bisnis sukses dan berhasil, jadi kepikiran resign dari pekerjaan sekarang, mau punya bisnis juga.
Ngeliat orang nikah, mau nikah juga, padahal belum siap lahir batin buat menghadapi hal-hal yang lebih besar setelahnya.

Setelah kebanyakan ngeliat orang, apa yang saya lakukan?

Termenung dan merenung.

Tiap hari waktu berjalan, hari demi hari, menit demi menit, detik demi detik. Hanya melihat, memperhatikan orang-orang sekitar, tanpa sadar bahwa kita juga punya waktu yang sama, yang bisa habis begitu saja jika kita hanya berdiam diri. Yang akan habis begitu saja, jika kita cuma duduk-duduk saja, scroll up and down our media social, eh tau2 hari sudah larut malam. Ujung-ujungnya? Not productive at all.

Theoretically, kita tahu, mencapai kesuksesan tidaklah mudah, apalagi jika kita harus memulainya dari bawah. Berbagai penolakan pasti akan kita hadapi, tapi percayalah semuanya akan berbuah manis ketika waktunya tiba.

SEBUAH PERENUNGAN

Pernah ga sih kalian komentar ketika melihat teman kalian ngepost yang oke banget di Path or Instagram like this 'Wah keren banget ya dia sekarang, udah bisa punya ini, punya itu, jalan-jalan kemana-mana'

Oke itu adalah hal pertama yang memicu saya untuk keluar dari zona nyaman saya ketika sudah bekerja di sebuah perusahaan setelah 3 tahun lulus kuliah. I looked back myself, "Where am I for the past 3 years?." Ngeliat orang lain sudah punya ini dan itu, tapi diri sendiri gini2 aja sepertinya. Bukan berarti bekerja atau pekerjaan saya sebelumnya ini tidak bagus lho ya, tapi lebih buat refleksi diri sendiri, life goal yang selama ini pernah ada, dan masih banyak hal yang belum tercapai.

Banyak juga kok orang yang bekerja, dan sudah berhasil, seperti misalnya, dia happy banget di tempat dia bekerja, itu juga salah 1 yang bisa bikin kita berhasil di tempat kita bekerja. Selain itu, misalnya kita juga sering mendapat kepercayaan untuk mengemban suatu pekerjaan yang berat, dan itu adalah suatu tantangan besar buat kita, ketika berhasil, menurut saya, itu adalah suatu kesuksesan yang tak ternilai buat hidup kita. 

Semakin sering baca berita, nonton tv, banyak banget anak-anak jaman sekarang yang udah bisa sukses, dengan cara mereka masing-masing. Hal ini yang membuat saya yakin, apapun itu, pilihan hidup kita, selama kamu yakin dan percaya, pasti ada aja jalannya.

Selama ini, SUKSES mungkin bagi sebagian orang hanya melulu soal materi, tapi menurut saya, sukses itu bisa banyak hal. Ketika kamu bisa menginspirasi banyak orang, banyak hal, itu adalah suatu kesuksesan yang tak ternilai. Ketika tujuan utama kita sukses hanya soal materi, mungkin kita akan mengesampingkan banyak hal, seperti kehidupan sosial dengan sesama, kehidupan beragama, dan lain-lain.

BANYAK JALAN MENUJU ROMA

Banyak jalan menuju Roma = Banyak jalan menuju sukses

Enggak harus jalan-jalan keliling dunia kalau mau dibilang sukses.
Enggak harus jadi President kalau mau dibilang sukses.
Enggak perlu bergaya mewah kalau mau dibilang sukses.
Enggak perlu jadi orang lain kalau kamu mau dibilang sukses.

It's all about your life, your choice, your own path, ga usah dengerin tetangga kiri-kanan, pokoknya kalau suka apa ya jalanin aja. Ada resikonya? Tanggung sendiri juga. Kata orang gak kece? Ah biarin aja, mereka juga belum tentu betul juga, ya kan?

Begitulah hidup, kadang terlalu sering melihat ke atas, bikin kita lupa bersyukur.

Terlalu sering melihat ke bawah, kita jadi merasa jumawa, dan cepat berpuas diri.

Semoga kita bisa semakin bijak menghadapi derasnya pencitraan di dunia maya, karena belum tentu di dunia nyata, kenyataannya seperti itu juga.

Itulah suatu perenungan saya pada malam hari ini. Moga-moga ga cuma saya yang masih ada galau-galaunya di umur segini. Haha.

Semoga besok pagi kita bisa lebih semangat lagi ya memulai hari! Yey! :)






Jakarta, an Inevitable Traffic

As my current hometown, hidup berdampingan sama yang namanya macet sudah tidak diragukan lagi.
Kebayang kan rasanya, tiap hari kemana aja, pasti ketemu sama yang namanya macet.
Apalagi buat kita yang bekerja di sekitaran pusat-pusat pemerintahan, seperti misalnya Thamrin, Sudirman, Medan Merdeka, dan sekitarnya.
Kapan ya kira-kira ga macet?

Macet banget ya...

Banyak cara sudah ditempuh oleh pemerintah, seperti misalnya pemberlakuan aturan 3-in-1, pembangunan busway, sampai dengan pemberlakukan pelarangan untuk motor supaya tidak melintas di beberapa jalan protokol.

Tapi hasilnya? Masih gitu-gitu aja. Macet juga tidak kunjung benar-benar cair. Sampai akhirnya ikut-ikutan mikirin, kira-kira gimana ya caranya mengatasi macet ini? Dan sebenarnya apa sih akar permasalahan utama dari macet ini sendiri?

Ada beberapa hal yang menurut saya menjadi sumber kemacetan:
1. Ourselves
    Kenapa kira-kira no.1 ourselves? Ya emang kita-kita sih semuanya yang bikin macet. Tapi sebenarnya gak gitu juga sih yaa. Yang bikin macet karena kita para pengemudi yang kadang nyetir nya suka sembarangan. Suka gamau antri, suka nyerobot, dan nyetir suka-suka. Jadi gatau aturan gitu kesannya. Kira-kira hal ini kenapa ya? Ya mungkin pas buat SIM pada nembak, jadi ya ga begitu paham aturan menyetir yang baik dan benar. betul betul betul? *hayo ngaku siapa yang SIM nya nembak*
   
2. Angkot
    Kadang suka give up banget sama angkutan umum 1 ini. Kadang ga bisa disalahin juga, namanya juga cari duit, cuma kadang yang suka rese adalah, mereka biasanya suka banget berenti sembarangan, sehingga menghalangi kendaraan yang mau lewat. Padahal kan halte tuh banyak ya, cuma sayang kondisinya suka tidak layak digunakan, atau kadang posisinya juga suka di tengah jalan, jadi ya kadang ribet juga. Selain itu, penumpang nya juga kadang suka memberhentikan angkot sembarangan, ya mau gamau deh abang angkot langsung mendadak ngerem. 

3. Motor
    Udah tau kan kendaraan beroda dua ini luar biasa banget banyaknya? Layaknya tawon di kebun, itu lah hal pertama yang saya rasakan ketika pertama kali belajar menyetir. YA AMPUN BANYAK BANGET! Serem kayak mau diserang gitu kan apalagi pas di lampu merah yang udah mau ganti warna jadi hijau. Belum lagi yang kadang bawa motornya suka beda2 tipis sama mobil, suka kayak mau nyerempet gitu. Belum lagi motor-motor yang kadang atau seringkali lampu sen nya ke kiri, eh tau2 belok kanan. hadeeuhh. 1 hal lagi, misalnya lagi liat mobil udah sen ke kiri, tetep aja kan mereka nyalip dari kiri, dan ga akan mau ngalah setelah kepepet. doengg. 

4. Lampu Merah
    Kenapa Lampu Merah suka bikin macet? Karena kadang ada pembagian yang tidak merata antara yang lampu hijau nya cepet, sama yang lamaa banget. Baru bentar hijau nya, eh tau2 udah merah lagi. Yang ada kita bisa kali ya 5 menit buat antri di lampu merah yang sama.

5. Pejalan Kaki
    Lagi-lagi ga jauh2 dari kita. Kalau gak pengendaranya, ya yang jalan kaki. Why? Karenaa kadang pejalan kaki itu suka nyebrang sembarangan, padahal ada zebra cross atau jembatan penyebrangan. Terus kalau nyetopin kendaraan umum, misalnya taksi gitu, wah suka seenaknya! Kadang di tikungan lah, atau dimanapun mereka merasa perlu. Apalagi kalau jalanannya cuma 2 jalur, yauda deh tin tin klakson ga mungkin terelakkan.


REVOLUSI MENTAL.

Seperti kata presiden kita, we need a mental revolution, and it is GREAT.

Kemacetan ga akan bisa hilang, kalau kita sebagai pengguna jalan raya tidak merubah diri kita masing-masing. Jadi, ga cuma pemerintah aja yang bekerja, tapi kita juga harus turut bekerja sama dengan mereka.

Pertama, kita bisa lebih taat aturan. Cobalah menyebrang di jalan raya, berhentiin angkutan umum pada tempatnya, kalau sen ke kanan ya belok ke kanan, jangan malah ke kiri, yang ada bikin tabrakan atau bikin bingung pengguna jalan lain.

OH YA 1 HAL LAGI. Kalau udah lampu kuning, sebaiknya kita lebih berhati-hati karena sudah mau merah, bukannya malah menancap gas ya karena sudah mau berhenti. hehe (walaupun kadang saya juga suka masih begitu *peace*)

Tapi, menurut kacamata saya, masih ada beberapa hal fundamental yang dibutuhkan sama ibu kota negeri ini.

Misalnya aja nih ya soal angkot.

Coba deh siapa yang tau angkot rumahnya nomor berapa kalau kamu ga pernah naik angkot dan kepepet? Kira-kira tau ga ya?

Jujur, karena saya jarang menggunakan angkutan umum, saya kurang familiar nih kira-kira mesti naik kopaja, atau metromini, atau angkot biru yang kecil-kecil itu supaya saya bisa sampai ke rumah? Lebih prefer naik taksi sih, karena tinggal duduk terus bilang ke driver nya, lalu sampai. Walaupun ya agak lebih mahal.

Jadi first thing first adalah karena tidak ada kejelasan informasi mengenai angkutan umum ini.

Kedua, perbaikan halte. Sebenarnya halte ini bisa dibuat berintegrasi loh! Ya okelah kalau busway punya halte sendiri. Tapi buat angkot, tukang ojek, dan lain-lain bagaimana? Mereka malah biasanya berhenti sembarangan kan buat nunggu penumpang? Ya gimana lagi, abis halte nya biasa kurang terawat, kurang jelas informasinya, kadang posisinya juga kurang nyaman ya, misalnya di dekat ujung tikungan, gimana caranya mau nunggu di halte? Kadang juga jauh dari kantor atau kediaman kita. Agak repot ya jalan kaki lagi buat sampe halte.

Saran saya nih yaa..

Angkot kan sebenarnya kita butuhin juga, buat nganterin kita ke rumah, karena kadang rutenya bisa masuk ke komplek2 gitu. Apalagi di era serba teknologi ini, Mungkin pemerintah bisa juga buat apps yang isi nya buat rute-rute angkutan umum. Jadi enaknya kita misalnya mau dari Monas ke Plaza Semanggi. Nah, nanti disitu bisa dikasih tau tuh kira-kira kita enaknya take a bus nomor berapa, atau butuh naik angkot atau apa. So cool, isn't it?

Moga-moga saja ada orang pemerintahan yang baca tulisan super simple ini untuk mewujudkan Angkutan umum yang aman dan juga nyaman ya :D



Your Inner Peace


What’s inside your head when you heard about ‘inner peace’?

A calm, peace inside your soul, what else?

This writing is really inspired by one of my favorite film, Kungfu Panda 3.


Who doesn’t love about this cute Panda? Have you all watched this film?

I prefer not to give the synopsis about this film. However, I’m trying to look from different side.
I thought the big idea of this movie is Po the Panda is trying to save the village from a big monster named Kay. He is actually chosen from an old man turtle named Oogway that someday he can fight against Kay. Even though Oogway was very confident that Po can do it, but Po himself was never believe on it. He always thinks that he cannot do anything, until one day, something was brought his father to that village and brought him going back to Panda Village, finding his brothers and sisters, inner peace, and then at the end of the story, he can fight against Kay and of course WIN.

That’s only a glimpse about the story.

After I watched the movie, I can get 2 reflections for my life.

The first one is about when Po believes that he was born from an egg, because a chicken who’s taking care of him from baby told that he is his father. He believed it because his surrounding was chicken, there is no Panda like him, until one day someone that looks like him is coming to pick him up to go back to Panda Village. Afterwards, he realized that the chicken is not his Father.
There was something that I believe, if you want to be something, you have to be surrounded by people that have the same goals with you. Otherwise, you will be something like people around you. The very simple example is when a man, very kind man, surrounded by thieves. Is he going to be a thief? I’m very sure 100% YES! Because the surroundings will lead you and influence what you are going to be.

The second thing, when Po was appointed to lead all of Panda Village member to fight against Kay. Po was maximizing the potential within each individual. He didn’t teach one by one to learn Kung Fu, however, he set strategy to utilize all Panda by using their ability. For example, the dancer, Po was maximizing her ability to dance, so that it can be used to deceive the enemy. I think it’s all the same with us. Sometimes, we are trying to be someone that we adore, instead of maximizing what is given to us. 

I believe all of us have uniqueness. Sometimes we just need time to find our inner peace or something that we are good at, or even we need someone to wake us up so we can make our dreams come true, instead of just adore somebody, trying to imitate them, then we will fail so many times.

Before it’s too late and so many times wasted, let us take some time, just relax, and think over who we are, what we are going to do, and what we want. Because the future is on our hand, so, let decide from now :)

Hada Labo Community Gathering.. 1 Sold every 2 Seconds..

For the first time, I joined this event. It’s called Hada Labo Community Gathering.

Poster Hada Labo Community Gathering

Awalnya  saya diajak untuk ikutan acara ini karena sahabat saya bekerja di sebuah perusahaan advertising agency, dan Hada Labo adalah salah 1 kliennya. Nah, mungkin kamu belum tau Hada Labo ini darimana sih asalnya?

Hada Labo adalah product dari Jepang, yang di produksi oleh PT Rohto Laboratories Indonesia dengan lisensi dari Jepang. Pasti pada ga nyangka yah, yang kita tahu PT Rohto memproduksi obat tetes mata, ya kan?

Slogannya adalah “terjual 1 setiap 2 detik“ menurut saya adalah salah 1 kampanye advertising yang luar biasa, yang dapat meyakinkan masyarakat betapa hebatnya produk ini.
Salah satu tujuan community ini adalah memperkenalkan produk ini tentunya kepada wanita2 seperti kita. Yang diundang boleh siapa aja, karena acaranya gratis, dan bisa memperluas pergaulan juga, karena bisa kenalan sama wanita-wanita lain yang punya background berbeda, jenis dan tipe kulit berbeda, gaya yang berbeda, dan lain sebagainya.

Berlokasi di Demang Resto dan Cafe, Sarinah, Jakarta, acara ini berlangsung dari pukul 16.00-18.00 (ya tapi ujung-ujungnya ngaret hihi).

Ketika saya datang sekitar pukul 4, hal pertama yang dilakukan adalah mengisi biodata diri. Kemudian duduk2 sebentar, minum welcome drink, mulai cari2 teman baru, ngobrol dengan teman-teman 1 meja.

Lagi pada duduk-duduk sambil menunggu acara dimulai

Lagi pada ngobrol sama teman-teman lainnya
Selagi menunggu, kita juga bisa cek kondisi kulit kita secara gratis. Jadi akan ada alat yang diletakkan ke mukamu, lalu nanti diliat, apakah muka kita kusam, cerah, kering, berminyak, banyak komedo atau tidak, keadaan pori-pori, dan kondisi kulitmu lainnya. Setelah tahu kondisi kulit kita, lalu kita akan di suggest oleh orang yang membantu kita mengecek kondisi wajah untuk memakai produk dari Hada Labo variant yang mana.  Selain itu, kita juga bisa coba langsung loh sama produknya, enggak dipakai ke muka sih, tapi minimal ke tangan juga sudah lumayan yaa hehe.

Tempat skin check (yang ada 2 orang sedang duduk)
                                   
Nah, setelah menunggu kurang lebih 45 menit, acara pun dimulai. Hari itu ada 2 sesi, sesi pertama tentang yoga. Jadi ada certified Yoga Instructor (kebetulan aku lupa namanya hehe) yang memberikan sedikit knowledge tentang yoga, terutama buat kita-kita yang kerja kantoran, yang jarang banget bergerak (beranjak dari kursi aja males kan), apalagi yoga (betul? :P). Jadi kita diajarin sedikit berolahraga, misalnya dengan melatih keseimbangan berdiri 1 kaki, duduk dengan posisi tegak, menarik tangan ke atas, melipat tangan ke samping, dan masih banyak lagi. Ya pokoknya yang simple, karena yang simple aja susah dilakuin apalagi yang ribet kan haha.

Presentasi tentang Yoga
Acara berikutnya dilanjutkan dengan presentasi dari Marketing Manager PT Rohto Indonesia, beliau yang memperkenalkan produk-produk dari Hada Labo itu sendiri. Dan saat ini, Laura Basuki menjadi Brand Ambassador dari brand Hada Labo itu sendiri. Produk yang dijelaskan tidak begitu detail, tapi minimal kita bisa dapat a brief knowledge tentang produk yang akan kita gunakan, karena kalau tidak kenal maka tidak sayang, bukan? Hehe.

Presentasi dari Tim Hada Labo
Setelah selesai penjelasan, maka dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Buat 2 orang yang melontarkan pertanyaan, ternyata bisa dapat hadiah loh! Sayang sekali ya waktu itu saya enggak ikutan tanya karena keduluan haha. Tapi jangan sedih, karena ketika sebelum pulang, masing-masing akan membawa goodie bag yang berisi 2 pack kecil sample size dari Hada Labo! :D

Selesai semuanya, dilanjutkan dengan sesi jualan. Haha. Harganya sih katanya lebih murah, tapi saya sendiri belum pernah meng-compare, jadi percaya saja kalau di pameran atau acara seperti ini pastinya lebih murah dong ya karena kan ajang promosi hehe J

Look what I got here! *ujung-ujungnya beli*

2 plastik biru itu free dari Hada Labo, Yang warna putih sebelah kiri itu susu pelembab, kemudian CC Cream, lalu yang paling kanan gratisan juga cleansing oil :D

Setiap kelipatan 50 ribu, kita berhak untuk mendapatkan 1 kupon lucky dip, yang kemudian akan dipanggil nomornya di akhir acara (sayangnya kali ini juga lagi-lagi belum beruntung). Waktu sudah menunjukkan pukul 6.30, setelah puas berbelanja, dan juga menikmati makan malam (lumayan dapat nasi goreng hihi), kita sudah boleh pulang. Dan seperti yang saya bilang tadi, masing-masing orang yang dapat berhak mendapatkan 1 goodie bag! Yeay! Looking forward to another event like this :D






3 Kata 'Sakti' yang mulai pudar di kalangan Remaja

Berawal dari pengamatan hal-hal sederhana, berakhir membawa saya untuk mencurahkan apa yang saya lihat. Tujuannya hanya 1, yaitu mengedukasi generasi penerus bangsa ini *berasa tua yah*

Thanks God, a few days later after I submitted the writing, it is published on CNN Student Indonesia :)

So, here is the link:


Again, saya copas ya dari original beritanya :D

JakartaCNN Indonesia -- ‘Tolong’, ‘Maaf’, ‘Terima Kasih’. Ini adalah 3 kata sakti yang menurut saya sudah mulai pudar di kalangan remaja saat ini. Tidak jarang, banyak remaja yang enggan mengatakan ketiga kata ini dengan alasan gengsi. Padahal, mengucapkan ketiga kata ini bukan berarti kita menjadi rendah diri, melainkan menunjukkan kerendahan hati kita sekaligus attitude kita yang kelak akan berguna ketika kita sudah bekerja nanti.

Seringkali kita meminta tolong kepada orang yang lebih tua daripada kita, namun mungkin secara ekonomi kurang mampu dibandingkan kita, seperti misalnya pembantu rumah tangga, kecenderungan itu selalu ada untuk menyuruh tanpa menyebutkan kata ‘tolong’. Remaja dewasa ini sebaiknya diajarkan supaya mereka juga tahu bagaimana menghormati kepada orang yang lebih tua, terlebih sehari-hari membantu kita di rumah, supaya di kemudian hari, hal ini berlaku umum dan bisa dilakukan ke semua orang ketika meminta bantuan.

Lain halnya dengan meminta maaf. Meminta maaf sering dikaitkan dengan mengakui kesalahan, dan sering dianggap kalah. Padahal, hal ini justru menunjukkan seberapa kedewasaan kita dalam menanggapi suatu perbedaan atau kesalahan. Hal ini bisa mulai dibiasakan ketika anak di rumah melakukan kesalahan, dia harus berani untuk meminta maaf duluan tanpa harus disuruh. Jika hal ini sudah ditanamkan sejak kecil, anak-anak cenderung tidak akan arogan karena merasa selalu benar.

Terakhir, ‘terima kasih’. Sekecil apapun itu, kita harus mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di sekitar kita yang telah membantu kita. Percaya atau tidak, kata-kata yang sederhana ini bisa membuat orang di sekeliling kita lebih respect dengan kita karena kesopansantunan yang kita miliki. Mungkin hal ini tidak seutuhnya bisa dirasakan langsung, tapi jika dilakukan terus menerus, niscaya kita bisa merasakan manfaat nya di kemudian hari.

Yuk, mari ajarkan generasi penerus bangsa kita untuk tetap terus memiliki sopan santun kepada orang-orang di sekitarnya!

My First Publication


Ketika kamu membaca judulnya, apa yang terlintas di benakmu?

Kesannya publication yang keren ya?

Hmm, I don't know is it cool or just ordinary, but the most important thing is I'm so grateful for this.

Berawal dari tulisan iseng2, kirim ke CNN Student, then a few days later, di publish :)

For the link, you can check on the link below:

http://student.cnnindonesia.com/pelajar/20160224131459-322-113166/melanjutkan-sekolah-ikut-pilihanmu-atau-orang-tua/

Detail beritanya saya copy kesini ya :)

Bulan Februari sudah hampir habis, buat kamu-kamu yang sebentar lagi akan lulus SMA, tentunya sudah mulai menentukan mau ke mana melanjutkan jenjang kuliah. Seringkali, keinginan kita untuk menentukan ke mana kita akan melanjutkan kuliah atau menentukan jurusan yang akan kita ambil terbentur dengan keinginan orang tua.

Banyak alasan yang diperdebatkan ketika kita memutuskan untuk memilih jurusan yang sesuai keinginan kita. Seperti misalnya, “Mau jadi apa setelah lulus kuliah?”, atau mungkin “Sudah tidak usah mencari jurusan yang rumit daripada kamu putus di tengah jalan”, atau bisa jadi saran orang tua adalah “Sudah kamu pilih jurusan ini saja karena mencari pekerjaannya gampang”.

Kita percaya bahwa orang tua tidak akan memberi saran yang buruk untuk anaknya, bukan? Hanya saja, terkadang pikiran orang tua berbeda dengan pikiran kita, sebagai generasi masa kini. 

Apalagi, trend saat ini adalah membuka lapangan pekerjaan sebagai wiraswasta dibandingkan dengan sebagai pencari pekerjaan. Hal ini bukan tidak berdasar, melainkan saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mendukung pertumbuhan wiraswasta yang idealnya adalah 10-20 persen masyarakat Indonesia menjadi pengusaha apalagi dalam rangka menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang sudah diberlakukan sejak 31 Desember 2015 yang lalu.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan sebelum memilih jurusan:

1. Ketika jurusan yang akan kita ambil bertentangan dengan keinginan orang tua, yakinkan mereka bahwa kita memiliki motivasi yang kuat dan akan bertanggung jawab atas jurusan yang kita pilih, dan akan berusaha sungguh-sungguh menyelesaikannya. Jangan lupa diskusikan apa yang menjadi cita-citamu di masa depan. Niscaya, orang tuamu akan mendukung sepenuhnya apapun yang menjadi keputusanmu.

2. Yakinlah itu adalah jurusan yang kamu ambil sesuai dengan apa yang kamu sukai, jangan sampai terpaksa, karena ketika kamu terpaksa menjalankannya, pelajaran semudah apapun, akan menjadi sukar kamu lewati ketika menjalani masa kuliah.

3. Banyak-banyak melakukan riset mengenai jurusan yang akan kamu pilih, seperti apa saja yang akan dipelajari, peluang mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan setelah lulus, hal ini akan semakin meyakinkan dirimu untuk benar-benar memilih jurusan tersebut.

4. Jangan ikut-ikutan kata teman. Terkadang pilihan kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, Jangan mudah terbawa arus, karena minat dan bakatmu mungkin berbeda dengan temanmu. So, be yourself ya!

Semoga tips nya bermanfaat buat teman-teman yang masih bingung mau memilih jurusan kuliah ya!